Kurang Zat Besi pada Ibu Hamil Merusak Paru-paru Anak

Category : Tips Kesehatan
Kurang Zat Besi pada Ibu Hamil Merusak Paru-paru Anakby Dunia Bacaon.Kurang Zat Besi pada Ibu Hamil Merusak Paru-paru AnakProvidence, Rhode Island, Nutrisi seimbang adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan bagi ibu hamil, karena sangat mempengaruhi kesehatan janin. Bila ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, besar kemungkinan anaknya kelak akan menderita asma. Risiko ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology. Penelitian tersebut melibatkan 597 ibu […]




Providence, Rhode Island, Nutrisi seimbang adalah kebutuhan yang harus diprioritaskan bagi ibu hamil, karena sangat mempengaruhi kesehatan janin. Bila ibu hamil mengalami anemia karena kekurangan zat besi, besar kemungkinan anaknya kelak akan menderita asma.

Risiko ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Annals of Allergy, Asthma and Immunology. Penelitian tersebut melibatkan 597 ibu hamil, sebagian di antaranya memiliki riwayat asma dan sebagian lainnya sehat namun pernah melahirkan anak yang memiliki asma.

Para partisipan diperiksa darahnya dan ditemukan 12 persen di antaranya mengalami anemia atau kurang darah. Sebagian besar disebabkan oleh kekurangan zat besi (iron deficiency anemia) dan sisanya karena sebab lain seperti kekurangan vitamin B12 dan kerusakan sel darah merah.

Setelah diamati hingga anaknya lahir, didapati 22 persen anak yang dilahirkan oleh partisipan dengan riwayat anemia saat hamil akhirnya didiagnosis asma pada usia dini yakni 1-2 tahun. Sekitar 17 persen lainnya mulai menderita asma pada usia 6 tahun.

Ketika dikonversikan dengan faktor lain seperti berat badan dan riwayat keluarga, disimpulkan bahwa risiko asma pada usia 1-2 tahun meningkat 3 kali lipat jika ibunya punya riwayat anemia saat hamil. Peningkatan risiko asma pada usia 6 tahun hanya tercatat 50 persen.

Dengan kata lain, anemia pada ibu hamil berisiko memicu asma pada usia dini yakni 1-2 tahun atau disebut sebagai early-onset wheezing. Bisa juga, gejala asma baru muncul ketika anak sudah tumbuh lebih besar yakni pada usia 6 tahun namun peluangnya lebih kecil.

“Belum bisa dipastikan mengapa anemia bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru anak, tapi jelas ada hubungannya,” ungkap sang peneliti, Elizabeth Triche, PhD dari Brown University seperti dikutip dari Rodale, Senin (11/4/2011).

Anemia adalah kondisi kekuarangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang dipicu oleh banyak hal, sebagian besar karena kekurangan zat besi. Kondisi ini menyebabkan transport oksigen tidak lancar, sehingga penderita anemia cepat merasa letih dan sering mengalami kepala pusing.

Anemia akibat kekuarangan zat besi bisa dicegah dengan memperbanyak makanan yang mengandung zat besi, misalnya jeroan ayam dan sayuran berwarna hijau. Bisa juga dengan mengkonsumsi suplemen zat besi, terutama dalam masa pemulihan kondisi setelah sakit.

Related Posts